Mufit for Company, solusi program wellness untuk perusahaan anda!

Mufit for Company, solusi program wellness untuk perusahaan anda! Learn More

Masih Jaman Ngitung Kalori Makanan?

Kalori adalah satuan energi yang terkandung dari sebuah makanan. Tinggi rendahnya kalori dipengaruhi dari komposisi makanan tersebut. Namun, terjadinya salah persepsi di masyarakat membuat kalori ini menjadi bias pengertiannya. Banyak orang yang berfikir bahwa semakin tinggi kalori pada makanan membuat jenis makanan tersebut di label “tidak sehat”. Semakin rendah kalorinya, semakin menjadi pilihan alternatif yang sehat. Apakah benar seperti itu? Simak 3 alasan dibawah ini!

1. Kalori tidak perlu selalu dijadikan patokan
Kalori sebenarnya hanyalah sebuah angka.  Kalori menunjukkan sebuah satuan, ketika kita mengonsumsi jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan namun bukan berasal dari sumber makanan/jenis makanan yang tepat itu bisa menjadi keliru. Sebagai contoh, ketika seseorang diinfokan kebutuhan kalorinya sebanyak 1500 kalori. Sebenarnya, 1500 kalori itu bisa saja didapati dari 3-5 bungkus mie instan untuk per hari. Bisa terjadi penurunan berat badan, namun apakah itu penurunan berat badan yang baik?

2. Jenis makanan lebih penting daripada kalori
Jenis makanan yang dibutuhkan dalam satu kali makan seharusnya terdiri dari komponen karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sumber lemak baik. Dengan komponen yang lengkap disertai dengan proporsi yang sesuai, kalori harian yang dibutuhkan bisa dicapai dengan cara ini. Tentunya ini lah kunci dari pencapaian diet yang sehat yaitu perpaduan jenis makanan yang tepat dengan kalori yang dihitung sesuai dengan kebutuhan kita. 

3. Tidak selamanya kalori berlebih/kurang itu buruk.
Walaupun dalam satu hari ini, kita mengonsumsi makanan dengan kalori yang berlebih tentunya hal ini tidak akan langsung serta merta merusak perjalanan diet kita. Jika ada kelebihan kalori, perlu kita ketahui bahwa sebenarnya ada kalori yang terbakar juga saat kita melakukan olahraga ataupun untuk beraktifitas. Perlu diingat juga bahwa metabolism tubuh kita juga sebenarnya membutuhkan kalori, sehingga tidak perlu untuk teralu mengcutting kebutuhan kalori harian yang teralu drastis. Kondisikan dan evaluasi apabila kondisi ini terjadi dan mulai dicek Kembali, hal apa yang bisa membuat ini terjadi agar dikesempatan lainnya, kelebihan dan kekurangan ini bisa dipertahankan maximal di angka 10% dari kebutuhan kalori per harinya. 

Itu dia alasannya! Wah, kamu jadi ga penasaran lagi bukan? Simak artikel kesehatan selanjutnya ya!